LUCIFER

Kristologi dan Islamologi
 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Beberapa Puisi Abdurahman Faiz

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 74
Join date : 21.05.08

PostSubyek: Beberapa Puisi Abdurahman Faiz   Mon Jun 09, 2008 3:32 am

Teman-teman pembaca yang dirahmati Allah, saya yakin teman-teman pembaca tidak mengenal Abdurahman Faiz, tidak seperti teman-teman mengenal Abdurahman Wahid. Faiz adalah anak cerdas yang lahir tahun1995, baru berumur 11 tahun sudah mampu menulis puisi setingkat orang dewasa muda berumur 25 tahun yang sudah terbilang sangat bagus sekali.
Sejujurnya, ketika saya membaca sajak-sajak Faiz saya sungguh-sungguh tercengang. Saat Ia Baru berusia 8 tahun, sudah mampu membuat sajak-sajak yang tidak hanya indah dan rapi bahasanya, tapi juga sangat bermakna. Berikut beberapa sajak yang telah saya kutip:


HATTA
Engkau adalah kenangan
yang tumbuh dalam kepala dan jiwaku

Suatu malam kau datang dalam mimpiku
katamu:
jangan lelah menebar kebajikan
jadikan kesederhaan
sebagai teman paling setia

Aku anak kecil
berjanji menepati
jadi akan kusurati lagi
presiden kita
hari ini
(17 Agustus 2003)

PUISI BUNDA
bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku
tapi semakin lama kuamati
senyuman bunda adalah puisi
tatapan bunda adalah puisi
teguran bunda adalah puisi
belaian dan doanya adalah puisi cinta
yang disampaikannya padaku
tak putus putus
tak putus putus
bahkan bila kutidur
(Mei 2003)

SITI DAN UDIN DI JALAN
Siti dan Udin namanya
sejak pagi belum makan
minum cuma seadanya
dengan membawa kecrekan
mengitari jalan-jalan ibu kota

Siti punya ayah
seorang tukang becak
ibunya tukang cuci
berbadan ringkih

Udin tak tahu di mana ayahnya
ditinggal sejak bayi
ibunya hanya pemulung
memunguti kardus dan plastik bekas

Mereka bangun rumah
dari triplek dan kardus tebal
di tepi kali ciliwung
tapi sering kena gusur

Bila malam tiba
mereka tidur di kolong jembatan
ditemani nyanyian nyamuk
dan suara bentakan preman

Siti dan Udin namanya
muka mereka penuh debu
dengan baju rombengan
menyanyi di tengah kebisingan

pagi sampai malam
tersenyum dalam peluh
menyapa om dan tante
mengharap receh seadanya

Beribu Siti dan Udin
berkeliaran di jalan-jalan
dengan suara serak
dan napas sesak oleh polusi
kalau hari ini bisa makan
sudah alhamdulillah
tapi tetap berdoa
agar bisa sekolah
dan punya rumah berjendela

(Februari 2003)


HARRY POTTER

Sudahkah kau temukan
ramuan paling rahasia itu
agar seluruh orang di dunia
bisa saling cinta?

(Oktober 2002)


AYAH BUNDAKU
Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku mencintai surga

Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah nanti
(Januari 2002)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://beast666.darkbb.com
 
Beberapa Puisi Abdurahman Faiz
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
LUCIFER :: Artikel Bagus :: Artikel-
Navigasi: