LUCIFER

Kristologi dan Islamologi
 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Mukjizat Al-Quran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 74
Join date : 21.05.08

PostSubyek: Mukjizat Al-Quran   Mon Jun 09, 2008 2:17 am

A. Keunikan Al-Qur'an
Nabi Muhammad memiliki suatu mujizat yang jika dipandang hanya berupa buku yang membingungkan, sehingga bagi non islam yang baru melihat Al-Qur'an, mereka pusing bagai mana cara membacanya dan yang mana bagian depannya, itulah keunikan Al-Qur'an. Jika kita berkoar-koar tanpa bukti dengan mengatakan Al-Qur'an adalah mukzizat dan firman allah!, apakah orang akan percaya begitu saja?, banyak kitab-kitab suci dari agama lain, jika mereka mengatakan kitab mereka ajaib, tanpa disertai bukti yang kongkret, apakah dengan begitu saja kita akan percaya?. Maka dengan itu kita mesti pelajari firman allah ini untuk memberikan bukti bahwa Al-Qur'an benar-benar firman dari Allah. Selain itu Al-Qur'an juga hanya memiliki satu bahasa, yaitu bahasa arab untuk menjaga keaslian firman-Nya, sehingga sejak pertama kali Al-Qur'an dicetak, Al-Qur'an itu masih sama dengan yang sekarang tanpa perubahan satu titikpun. Al-Qur'an juga memuat semua mukzizat para Nabi yang sudah tidak ada lagi. Selain itu Al-Qur'an juga meliki jumlah kata-kata yang sama dengan jumlah kata-kata lawannya, yang mustahil ini di buat oleh seorang manusia tanpa kesalahan sedikitpun dengan ketebalan buku sekitar ratusan halaman, ini akan disebutkan di poin ke dua tentang keajaiban Al-Qur'an.

B. Keajaiban Al-Qur'an.
Ajaib tetapi benar! Lihatlah sebahagian daripada hasil kajian seorang cendekiawan Islam terhadap kandungan Al-Quran. Didapati banyak perkara telah disentuh dan telah dibuat kajian oleh manusia seperti nombor, astronomi, angkasalepas, perubatan, geologi, kejuruteraan, minda dan sebagainya.
Kata-kata yang disebutkan dalam Al-Qur'an:
Kata Dunia - 115 kali ditemukan dalam Al-Qur'an dan Akhirat - 115 kali juga
Malaikat - 88 kali dan Syaitan - 88 kali
Hidup - 145 kali dan Mati - 145 kali
Faedah - 50 kali dan Kerugian - 50 kali
Ummah - 50 kali dan Penyampai - 50 kali
Iblis : Penghulu Syaitan - 11 kali dan Mohon Perlindungan Daripada Iblis - 11 kali
Bala/Musibah - 75 kali dan Bersyukur - 75 kali
Bersedekah - 73 kali dan Berpuas Hati - 73 kali
Orang Yang Sesat - 17 kali dan Orang Yang Meninggal Dunia - 17 kali
Muslimin - 41 kali dan Jihad - 41 kali
Emas - 8 kali dan Kemurahan Hidup - 8 kali
Keajaiban - 60 kali dan Fitnah - 60 kali
Zakat - 32 kali dan Berkat - 32 kali
Minda - 49 kali dan Nur - 49 kali
Lidah - 25 kali dan Sumpah - 25 kali
Nafsu - 8 kali dan Ketakutan - 8 kali
Bercakap Di Khalayak Ramai - 18 kali dan Berdakwah - 18 kali
Kesusahan - 114 kali dan Kesabaran - 114 kali
Muhammad - 4 kali dan Syariat - 4 kali
Lelaki - 24 kali dan Perempuan - 24 kali
Solat (Sembahyang) - 5 kali disebut dalam Al-Qur'an
Bulan - 12 kali
Hari - 365 kali
Lautan - 32 kali
Daratan - 13 kali
Laut dan Darat = 32 + 13 = 45
Justeru itu, Dipersenkan laut = 32/45 x 100 = 71.11111111%
persen daratan = 13/45 x 100 = 28.88888889%
Jumlah = 100 %
Kajian sains oleh manusia telah membuktikan bahawa air meliputi 71.111 % daripada
bumi dan tanah meliputi 28.889 %.
Begitulah kebesaran dan keagungan ciptaan Allah SWT!!
.Oleh: Quraish Shihab
a. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
Al-'ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
Al-Qur'an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.
b. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
Al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), mng-msg 25 kali;
Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), msg-msg 6 kali;
Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.
c. Di samping keseimbangan2 tersebut, ditemukan juga keseimbangan khusus.
Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh." Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra' 44, Al-Mu'minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat. Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.
[SUBHANALLAH ALAHU AKBAR....]
Bayangkan bagaimana bisa seorang manusia membuat Al-Qur'an ini kalau bukan firman Allah. Selain dengan menggunakan keindahan bahasa, juga memiliki banyak keunikan.
"Katakanlah (hai Muhammad), 'Sesungguhnya tanda-tanda (mu'jizat-mu'jizat) itu terserah kepada Allah. Dan, sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata'..." (QS. Al-'Ankabuut:50).
"Kitab tersebut?" Ya, "kitab" itu sendiri, membawa bukti yang membuktikan kepenulisan Tuhan. Pelajari kitab tersebut dari berbagai sudut. Periksa dengan teliti. Mengapa tidak menerima tantangan penulis jika Anda benar-benar ragu atas keasliannya? "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an itu? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan berasal dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (QS. An-Nisaa': 82).
Dan masih banyak rahasia angka yang belum terungkap didalam al-qur'an.

(bersambung)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://beast666.darkbb.com
Admin
Admin


Jumlah posting : 74
Join date : 21.05.08

PostSubyek: (sambungan)   Mon Jun 09, 2008 2:48 am

(sambungan)
C. Al-Qur'an Dalam Sejarah
a. Bangkai Fir’aun yang masih utuh
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS. 10:90-92).
Al-Qur'an menyatakan bahwa pada suatu masa nanti bangkai Fir'aun yang tenggelam sewaktu mengejar Nabi Musa as akan dikembalikan kepada manusia (dapat disaksikan dengan mata kepala) Perlu diketahui, bahwa ayat ini turun setelah 21 abad masa Fir'aun. Orang sudah tidak tahu lagi dimana batang tubuh Fir'aun. Tetapi sungguh menakjubkan, bahwa setelah terpendam selama lebih kurang 40 abad, yaitu tepatnya tanggal 6 Juli 1879 para ilmuwan Archeologi telah berhasil menemukan batang tubuh Fir'aun, dan hal ini sekaligus menemukan bukti akan kebenaran Al-Qur'an sebagai wahyu Allah, bukan ciptaan Nabi Muhammad Saw ! Berikut akan saya kutipkan tulisan Yoesof Sou'yb dalam majalah 'Harmonis' tentang kesesuaian antara Surah Yunus 90-92 dengan kenyataan sejarah yang menggemparkan itu. Wahyu Ilahi yang diturunkan pada abda ke-7 Masehi itu menegaskan bahwa badan Pharaoh/Fir'aun yang telah menjadi korban, akan diselamatkan sebagai pertanda bagi orang belakangan. Dalam ayat asli berbunyi : 'nunajji-ka bi badani ka'pala) untuk menjadi bukti akan kebenaran dan kebesaran ayat-ayat Allah itu.
Kemudian batang tubuh fir'aun pun membuktikan cerita Musa dalam al-qur'an memang benar, seperti penemuan mayat fir'aun yang dipenuhi garam, membuktikan bahwa fir'aun mati tenggelam, sangat berbeda dengan fersi Bible (kitab suci kristen) dimana disana dikatakan fir'aun tidak mati tenggelam.

b. Kisah Romawi
Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4). Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Romawi Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Romawi kehilangan Yerusalem. "Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Romawi dalam waktu dekat menang. Padahal, Romawi waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Romawi akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan. Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Kerajaan Romawi dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Romawi secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.) Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan
(Bersambung)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://beast666.darkbb.com
Admin
Admin


Jumlah posting : 74
Join date : 21.05.08

PostSubyek: Re: Mukjizat Al-Quran   Mon Jun 09, 2008 3:01 am

(Sambungan)
D. Ilmu Pengetahuan Modern Mengungkap Kebenaran Al-Qur'an

a. Tempat Terdalam Di Dunia
Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum (30) diatas, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi". Ketika kerajaan Romawi dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi. Ini berarti bahwa Romawi dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini. Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi, walaupun misalnya nabi muhammad menyelam untuk mengukur kedalaman laut itu, tetap tidak akan bisa bertahan, sebab batas manusia menyelam tanpa peralatan moderen hanya sekitar 20 meter dari permukaan air. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.
b. kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan
"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, 24:40) Pengukuran yang dilakukan dengan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Jadi, hampir semua tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun.. Fakta ilmiah ini telah disebutkan dalam ayat ke-40 surat An Nuur diatas sekitar 1400 tahun yang lalu.. Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans: Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)
Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…" mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205). Jika Al-qur’an di buat oleh Nabi Muhammad maka apakah mungkin nabi menyelam kelaut? Sedangkan dia hidup di arab yang hanya ada padang pasir, dan hanya allah yang mengetahuinya karena allah yang menciptakan seluruh alam semesta.Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur'an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah. Boleh juga di buktikan dalam Al-qur’an zaman dulu yang sudah ada di musium, tetap akan kita temui surat itu, sebab Al-qur’an tidak pernah di refisi seperti Bible. Satu titikpun tidak pernah dihilangkan atau ditambah kedalam Al-qur’an.
(Bersambung)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://beast666.darkbb.com
Admin
Admin


Jumlah posting : 74
Join date : 21.05.08

PostSubyek: Re: Mukjizat Al-Quran   Mon Jun 09, 2008 3:03 am

(sambungan)
c. Lapisan-Lapisan Atmosfer
"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Qur'an, 2:29) "Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." (Al Qur'an, 41:11-12).
Langit dalam ayat ini bisa diartikan langit bumi (atmosfer) dan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.
Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322) Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut. Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer, Eksosfer
Dalam surat Fushshilat ayat ke-12, "… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.
Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

d. Kadar Hujan
"Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (Al Qur'an, 43:11)
Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini. Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur'an dengan menggunakan istilah "menurunkan air dari langit menurut kadar". Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini. Jadi jika suatu daerah kebanjiran, maka daerah lain akan kekeringan. Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi, seperti banjir terbesa di dunia di zaman nabi Nuh as
(Bersambung)


(Sambungan)
e. Lautan yang tidak bercampur
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." (Al Qur'an, 55:19-20)
Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan "tegangan permukaan", air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.) Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.
Yang menariknya, pada saat seorang ahli kelautan berkebangsaan Rusia, baru-baru ini telah menemukan air tawar yang segar di kedalaman samudra yang sangat dalam, yang tidak dapat ditembus oleh manusia dengan peralatan selam biasa Prof Jackues Yves Costeau seorang oceanographer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovery, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. Bertahun tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan professor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Quran surat Ar rahman ayat 19-20 dan surat Al Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam (Hamba di swaramuslim.org)

f. Kulit
Profesor Tajaten Tahasen, dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari amerika. Keith moore adalah ahli embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka baker yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 50 orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi surat An Nisa tersebut antara lain sebagai berikut: "sesungguhnya orang orang kafir terhadap ayat ayat kami, kelak akan kami masukkan ke dalam neraka, setiap kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Ditinjau secara anatomi lapisan kulit terdiri dari atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung ujung syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (Luka bakar yang telah menembus Sub Cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab ALLAH tersebut. Maha besar Allah yang telah menyisipkan firman firmanNya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya Allah tidak ada sedikitpun yang engkau ciptakan itu sia sia.
(Bersambung)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://beast666.darkbb.com
Admin
Admin


Jumlah posting : 74
Join date : 21.05.08

PostSubyek: Re: Mukjizat Al-Quran   Mon Jun 09, 2008 3:18 am

(Sambungan)
g. Besi
Memang aneh, tampaknya, dalam pelajaran teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci agama. Tetapi itulah al-Qur'an. Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah
" Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan dan turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa." (al-Hadid 57: 25)
Bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?
Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa "memang besi diturunkan dari langit".
Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita, dengan demikian besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit dan pasir atau debu yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.
Karakter kedua, ketika menjelaskan besi "memberikan kekuatan yang hebat" barangkali pembaca membayangkan sen­jata pemusnah sekelas ICBM, Intercontinental Ballistic Missile (peluru kendali antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan hanya iht. Nikmat yang paling besar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia adalah "desain bumi". Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan "ke­kuatan hebat" ini tidak dimiliki oleh planet-planet lain.
Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.
Barangkali kita sekarang paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam al-Qur'an. Inti besi dan nikel "melindungi makhluk bumi" berupa perisai elektromagnetik dengan "kekuatan yang hebat". Namun yang terpenting, al­Qur'an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung ditu­runkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.
Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun

h. Garis edar
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Dulu orang-orang kafir mengolok-olok ayat ini, bahkan seorang ilmuan terkenal pernah dijatuhi hukuman mati oleh gereja, karena mengatakan bumi bukan pusat tata surya, tapi matahari. Tapi sekarang menurut penelitian ilmu pengetahuan modern, ternyata matahari tidak juga diam, matahari pun mengelilingi suatu bintang, sama halnya bumi mengelilingi matahari
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:
"… langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.

Masih banyak yang ingin saya sampaikankan pada para pembaca, tapi sayang hanya segini dulu, untuk kelanjutannya akan saya lanjutkan dilain waktu, atau dapat juga pembaca beli bukunya, berjudul "Keajaiban Al-Qur'an" karya Harun Yahya.
Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.
Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.
Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:
"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)
Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:
"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)
"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)

BY.Handika

Sumber:
1. Buku, Membumikan al-qur’an oleh Prof. Quraisyhab
2. Buku, Keajaiban al-qur’an oleh Harun Yahya
3. Situs swaramuslim.net
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://beast666.darkbb.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Mukjizat Al-Quran   Today at 5:43 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Mukjizat Al-Quran
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
LUCIFER :: Islamologi :: Al-Qur'an-
Navigasi: